ER Quick Reference

ER Playbook Vol 1–3 · MVP v1.0

🅰️

Primary Survey — ABCDE

Mulai dari A, selalu dari A

HurufKomponenTindakan Kritis
AAirwayStridor/gurgling → suction, OPA/NPA. Head-tilt chin-lift (jaw thrust bila trauma). GCS ≤8 → intubasi
BBreathingHitung RR. SpO₂. Target 94–98% (PPOK: 88–92%). Bahaya: RR >30 atau <8, otot bantu napas
CCirculationNadi radialis. CRT <2 detik. 2 IV line besar. Bahaya: nadi lemah, hipotensi, akral dingin
DDisabilityGCS (E-V-M). Pupil. GDS selalu pada penurunan kesadaran. GDS <60 → D40% 2 flakon IV
EExposureBuka pakaian, cari luka tersembunyi, ukur suhu. Tutup kembali — cegah hipotermia
Red Flags: Stridor/gurgling · SpO₂ <90% + O₂ · RR >30 atau <10 · Nadi tidak teraba · GCS ≤8 · Pupil anisokor · GDS <60
Sering Salah: Anamnesis sebelum ABCDE · Percaya SpO₂ normal tanpa lihat pasien · Lupa GDS pada penurunan kesadaran
👁️

Sick vs Not Sick — 30 Detik

Baca pasien sebelum menyentuh

ParameterAmati
Cara masukMandiri, dibantu, atau diusung?
WajahAlert, bingung, atau tidak responsif?
KulitWarna dan keringat dingin
DadaGerakan simetris, otot bantu napas?
Suara napasStridor/gurgling dari jarak jauh?
Nadi radialisKuat dan reguler, atau lemah?
NOT SICK — triase biasa POTENTIALLY SICK — ABCDE ketat SICK NOW — resusitasi segera
Pasien terlalu tenang bisa = syok terkompensasi. Silent MI pada perempuan, DM, lansia sering tidak tampak sick.
🫁

Sesak Napas

Asma · PPOK · Edema Paru · Pneumotoraks · PE

Baca bersamaan: Work of breathing + SpO₂/RR + kemampuan bicara. Kalimat penuh = ringan · Kata per kata = berat · Bisu = darurat.
KondisiCiri KhasTemuan KunciTindakan Awal
Asma akutWheezing ekspirasi, atopiSilent chest = BERATSalbutamol neb · Steroid IV
PPOK eksaserbasiBarrel chest, pursed lip, perokokHiperkapnia, tripodO₂ titrasi 88–92% · Bronkodilator
Edema paru akutOrtopnea, PND, riwayat jantungRonki basah bilateral, frothy sputumFurosemid IV · Nitrogliserin
PneumotoraksNyeri pleuritik, sesak mendadakSuara hilang 1 sisi, hipersonorNeedle decompression (tension)
PEPleuritik, leg swelling, imobilisasiTakikardia, S1Q3T3Antikoagulan · CT angio
AnafilaksisPaparan alergen, stridor, urtikariaAngioedema, hipotensiEpinefrin IM segera
Silent chest pada asma = bukan membaik — udara tidak masuk sama sekali. O₂ PPOK: target 88–92% saja.
❤️

Nyeri Dada — Singkirkan yang Mematikan

STEMI · Diseksi Aorta · PE · Tension PTX · Tamponade

EKG dalam 10 menit pertama — tanpa pengecualian.
KondisiCiri KhasRed FlagTindakan Kritis
STEMI/ACSMenjalar, keringat dingin, mualST elevasi ≥1mm di 2 leadCode STEMI · Aspirin 160–320 mg kunyah
Diseksi AortaNyeri robek ke punggung, mendadakBeda TD dua lengan >20 mmHgJANGAN antikoagulan · Labetalol IV
PE MasifPleuritik, sesak, sinkopTakikardia, S1Q3T3, hipotensiAntikoagulan · Trombolisis bila masif
Tension PTXSesak mendadak, trauma/spontanSuara hilang, deviasi trakeaNeedle decompression segera
TamponadeSesak, presinkop, keganasan/TBBeck triad: hipotensi + JVP naik + suara jauhPerikardiosentesis segera
Diseksi Aorta: Singkirkan SEBELUM beri antikoagulan apapun. Nyeri tearing + beda TD dua lengan = diseksi sampai terbukti bukan.
🩸

Syok — 4 Tipe, 1 Framework

JVP · Akral · Auskultasi paru → terapi berbeda

Syok bukan hanya hipotensi. Syok = jaringan tidak cukup oksigen. Bedakan dari JVP + akral + paru dalam 2 menit.
TipeJVPAkralParuTerapi
HipovolemikDinginBersihCairan agresif
KardiogenikDinginRonki⚠️ Hindari cairan · Inotropik
Distributif/Septik↓/normalHangat (awal)Bersih/mixedCairan bertahap + antibiotik
ObstruktifDinginBersihAtasi penyebab (PE/PTX/tamponade)
Target Resusitasi
MAP ≥65 mmHg Laktat turun >10%/jam Urin ≥0.5 mL/kgBB/jam
Cairan agresif pada syok kardiogenik → edema paru fatal. Laktat ≥4 = syok berat. Tidak respons 30 mL/kgBB → norepinefrin (bukan dopamin).
🦠

Sepsis — Hour-1 Bundle SSC 2026

Setiap jam = nyawa

qSOFA — ≥2 poin = waspada sepsis
RR >22 (1 poin) GCS <15 (1 poin) TD sistolik ≤100 (1 poin)
Hour-1 Bundle
  • 1. Ukur Laktat≥4 mmol/L = syok berat. Bila >2, ukur ulang
  • 2. Kultur Darah2 set (aerob + anaerob) SEBELUM antibiotik
  • 3. AntibiotikDefinite/probable sepsis + syok → dalam 1 jam. Possible → dalam 3 jam
  • 4. Bolus KristaloidRL atau PlasmaLyte (lebih baik dari NaCl 0.9%). Bertahap, titrasi respons
  • 5. NorepinefrinBila hipotensi menetap. Target MAP 65 mmHg (lansia: 60–65 mmHg). Boleh via perifer
Jangan tunda antibiotik menunggu hasil kultur. Setelah 30 mL/kgBB tanpa respons: vasopressor — jangan tambah cairan.

Anafilaksis

Epinefrin IM — bukan antihistamin dulu

Epinefrin 1:1000 IM adalah terapi pertama dan utama. Antihistamin BUKAN penanganan akut.
  • Epinefrin IMDewasa: 0.5 mg paha lateral · Anak: 0.01 mg/kgBB · Ulangi tiap 5–15 mnt bila perlu
  • PosisiSupine + elevasi kaki (duduk bila sesak parah) · Jangan berdiri mendadak
  • O₂ + IV AccessHigh-flow O₂ · Kristaloid agresif bila hipotensi
  • AdjuvanAntihistamin H1+H2 + steroid — SETELAH epinefrin, bukan pengganti
Biphasic reaction: gejala bisa kembali 1–72 jam post-epinefrin. Observasi minimal 4–6 jam.
🚧

Stroke · Aritmia · Code Blue · Hipertensi · Keracunan

Vol 1 Ch 11, 15, 18, 19, 20 — coming soon

🚧

Coming Soon

Stroke (1.9 juta neuron/menit), aritmia (SVT/VT/AF), code blue ACLS, hipertensi emergensi, keracunan toksidrom.

🫁

Alur Sesak Napas

Dari pintu masuk ke diagnosis

Pasien Sesak Napas
Nilai Work of Breathing
Otot bantu · Retraksi · Posisi tripod · Kemampuan bicara
SpO₂ + RR + Auskultasi bilateral
↓ Pola suara?
Wheeze ekspirasi
→ Asma/PPOK
Ronki bilateral
→ Edema Paru
Suara hilang 1 sisi
→ PTX/Hemotoraks
↓ Stridor + urtikaria?
Anafilaksis → Epinefrin IM Segera
↓ Riwayat PE?
Wells score · EKG S1Q3T3 · CT Angio
🩸

Alur Identifikasi Tipe Syok

JVP → Akral → Paru → Terapi

Hipotensi / Tanda Syok
↓ Periksa JVP
JVP Rendah
JVP Tinggi
↓ Periksa paru + akral
JVP↓ paru bersih
Hipovolemik
Cairan agresif
JVP↓ akral hangat
Distributif
Cairan + Ab
JVP↑ ronki
Kardiogenik
⚠️ Inotropik
JVP↑ paru bersih
Obstruktif
PE/PTX/Tamponade

Alur Status Epileptikus Dewasa

Protokol berbasis waktu — catat menit mulai

Kejang — Catat Waktu Mulai
↓ Menit 0–5
Posisi lateral · O₂ · GDS · IV access · Monitor
↓ >5 menit = Status Epileptikus
Menit 5–10: Diazepam 10 mg IV pelan
atau Midazolam 10 mg IM (tanpa IV)
↓ Belum berhenti
Menit 10–20: Ulangi benzodiazepin
↓ Menit 20–40
Fenitoin 20 mg/kgBB IV atau Fenobarbital 20 mg/kgBB atau Levetiracetam 1500 mg IV
↓ >40 menit = Refrakter
ICU · Intubasi · Midazolam infus 0.1–0.4 mg/kgBB/jam
GDS wajib pada semua kejang. Penyebab reversibel: hipoglikemia, hiponatremia, meningitis, overdosis.
🚧

Flowchart Stroke · STEMI · Sepsis · Anafilaksis

Coming soon

🚧

Coming Soon

Alur stroke (FAST + lytics window), STEMI door-to-balloon, sepsis bundle, code blue ACLS.

📏

Vital Sign Normal — Per Usia

Nadi · RR · TD sistolik · Rumus cepat

UsiaNadi/minRR/minTD Sistolik
Neonatus 0–28 hr100–16530–6060–90
Bayi 1–3 bln100–15030–5070–100
Bayi 3–12 bln90–14025–4580–100
Toddler 1–3 thn80–13022–4086–106
Prasekolah 3–5 thn70–12020–3089–112
Sekolah 6–12 thn65–11018–2597–120
Remaja >12 thn60–10012–20110–135
Rumus cepat TD min normal: 70 + (2 × usia dalam tahun) untuk anak 1–10 tahun
Bradikardi pada anak = bahaya! Hampir selalu = hipoksia atau hipoperfusi berat. O₂ segera.
Cliff Phenomenon: Anak kompensasi kuat, lalu jatuh mendadak. "Tadi masih main, tiba-tiba begini" = perburukan sudah jauh.

Kejang Demam — Protokol per Waktu

Dosis per kgBB · Status epileptikus anak

FaseWaktuTindakan
Stabilisasi0–5 mntPosisi lateral · O₂ · GDS · Monitor · Catat waktu
Benzodiazepin5–20 mntDiazepam IV 0.3 mg/kgBB atau Midazolam IM 0.2 mg/kgBB
Anti-epileptik20–40 mntFenitoin 20 mgPE/kgBB IV atau Fenobarbital 20 mg/kgBB atau Levetiracetam 60 mg/kgBB IV
Refrakter>40 mntIntubasi · ICU · Midazolam infus 0.1–0.4 mg/kgBB/jam
Kejang >5 menit = status epileptikus. Benzodiazepin SEGERA — jangan tunggu. Kejang fokal → evaluasi struktural.
Refrakter dengan demam → pertimbangkan asiklovir empiris (herpetic encephalitis).
🫁

Sesak pada Anak

Croup · Bronkiolitis · Asma · Epiglotitis

Anak panik → obstruksi memburuk. Tenang + minimal stimulasi = intervensi pertama.
DxUsiaTanda KhasTindakan
Croup6 bln–3 thnBarking cough, stridor inspirasiDeksametason 0.6 mg/kgBB oral · Epinefrin neb (sedang/berat)
Bronkiolitis<2 thnWheeze ekspirasi, RSVO₂ bila SpO₂ <92%. Suportif saja — salbutamol/steroid tidak terbukti
Asma>1 thnWheeze ekspirasi, atopiSalbutamol 0.15 mg/kgBB neb tiap 20 mnt × 3 · Ipratropium · Metilprednisolon 1–2 mg/kgBB IV
EpiglotitisSemua usiaDrooling, tripod, toksikJANGAN spatel/visualisasi · Min stimulasi · Anestesi + THT segera
Epiglotitis: JANGAN periksa tenggorokan → presipitasi obstruksi total. Post-epinefrin croup: observasi ≥2 jam (rebound stridor). Asma refrakter: MgSO₄ 25–75 mg/kgBB dalam 20 mnt.
🚧

Dehidrasi · Syok Anak · Neonatus IGD · Henti Jantung Anak

Vol 2 Ch 9, 10, 14, 16 — coming soon

🚧

Coming Soon

Dehidrasi anak (derajat + terapi), syok anak, neonatus di IGD, henti jantung pediatri PALS, child abuse red flags.

🚑

xABCDE — ATLS 11 (2023)

Perdarahan masif dikontrol SEBELUM airway

Perubahan ATLS 11: Perdarahan masif eksternal aktif → tourniquet DULU, baru kelola airway.
KomponenTindakan
xExsanguinating HemorrhageTourniquet proksimal luka (ekstremitas). Tekanan langsung + hemostatic agent (non-tourniquet). Pelvic binder (fraktur pelvis tidak stabil)
AAirway + C-spineJaw thrust. C-collar. Selective restriction (bukan universal)
B6 Life Threats ThoraxTension PTX → needle decompression (JANGAN tunggu CXR). Hemotoraks → chest tube ICS 4–5. Open PTX → tutup 3 sisi
CCirculation2 IV besar. Darah & produk darah prioritas. Target SBP 80–90 (non-CNS trauma: 60–70)
DDisabilityGCS. Pupil. Hindari hipoksemia + hiperkarbia pada TBI
EExposureCegah Lethal Triad: hipotermia + asidosis + koagulopati
🩸

Syok Hemoragik — Kelas & FAST

Compensated shock tampak baik-baik saja

Shock Index = nadi / TD sistolik. >1.0 = pre-syok. Resusitasi agresif meski TD "masih normal".
KelasVolumeTDNadiKesadaranTindakan
I<750 mLNormal<100NormalCairan, observasi
II750–1500Normal100–120CemasCairan agresif
III1500–2000Turun120–140BingungTransfusi
IV>2000 mLSangat turun>140LetargiMTP · OR segera
FAST — 4 Jendela
  • PerikardialEcho-free space = cairan = tamponade
  • Morrison's pouchCairan = hemoperitoneum kanan
  • SplenorenalCairan = hemoperitoneum kiri
  • Pelvis (Douglas)Cairan bebas intraabdomen
FAST negatif TIDAK menyingkirkan perdarahan (terutama awal). Transient responder = masih ada perdarahan aktif. Kelas III–IV: transfusi, bukan kristaloid saja.
🔍

Cedera Tersembunyi — Red Flags

Luka yang tidak ditemukan yang membunuh

AreaRed FlagDiagnosisTindakan
ThoraxSuara napas asimetris + hipotensiTension PTX / HemotoraksDekompresi / chest tube segera
ThoraxBeck triadTamponadePerikardiosentesis
ThoraxWidening mediastinum CXRCedera aortaCT angio, bedah vaskular
KepalaLucid interval → GCS turunEpidural hematomaCT kepala, bedah saraf segera
KepalaBattle's sign / raccoon eyesFraktur basis craniiCT kepala, observasi CSF leak
PelvisInstabilitas + hipotensiFraktur pelvis masifPelvic binder segera
PelvisDarah di meatus uretraCedera uretraRetrograde urethrogram · JANGAN kateter
Ekstremitas6P: Pain · Pressure · Paralysis · Paresthesia · Pallor · PulselessCompartment syndromeFasiotomi
AbdomenSeat belt sign + nyeri minimalHollow viscus injuryCT abdomen, obs serial 2 jam
Tension PTX: tindak klinis — jangan tunggu CXR. Lucid interval → penurunan GCS = epidural hematoma sampai terbukti bukan.
🚧

Luka Bakar · TBI · Trauma Hamil · Triase Massal START

Vol 3 Ch 7, 11, 14, 21 — coming soon

🚧

Coming Soon

Luka bakar (Rule of 9, Parkland formula), TBI (Monro-Kellie, target ICP), trauma ibu hamil, triase massal START.

📊

Ringkasan Coverage

80 chapter total dari 3 volume

Vol 1 — Dewasa (32 chapter)6 / 32 = 19%
Vol 2 — Pediatrik (25 chapter)3 / 25 = 12%
Vol 3 — Trauma (23 chapter)3 / 23 = 13%
Total keseluruhan12 / 80 = 15%
MVP ini mencakup chapter klinis kritis (most life-threatening) — bukan bab komunikasi, konsul, dan burnout. Chapter medis murni yang dicover: 12 dari 48 = 25% chapter klinis.
📖

Status per Chapter

✅ Live · 🔲 Pending · 💬 Non-klinis

#JudulStatus
1ABCDE — Mulai dari A✅ Live
2Sick vs Not Sick✅ Live
3Vital Sign — Tren bukan Angka🔲 Pending
4Bertindak Sambil Berpikir🔲 Pending
5Red Flags Lintas Sistem🔲 Pending
6Sesak Napas✅ Live
7Nyeri Dada✅ Live
8Pasien Tidak Sadar — GDS Dulu🔲 Pending
9Syok — 4 Tipe✅ Live
10Kejang — Status Epileptikus✅ Live (flowchart)
11Aritmia🔲 Pending
12Nyeri Kepala — SNOOP4🔲 Pending
13Sepsis — Hour-1 Bundle✅ Live
14Anafilaksis✅ Live
15Hipertensi Emergensi🔲 Pending
16Abdomen Akut🔲 Pending
17Perdarahan GI🔲 Pending
18Keracunan — Toksidrom🔲 Pending
19Stroke🔲 Pending
20Code Blue / ACLS🔲 Pending
21Code Blue Sendirian🔲 Pending
22Pasien Hamil di IGD🔲 Pending
23Lansia di IGD🔲 Pending
24–32Konsul · ICU · Rujukan · Rekam Medis · Burnout💬 Non-klinis
📖

Status per Chapter — Pediatrik

3 live · 22 pending/non-klinis

#JudulStatus
1Cliff Phenomenon — Framework Pediatri✅ Live (konsep)
2Membaca Anak Sakit dari Pintu🔲 Pending
3ABCDE Pediatrik🔲 Pending
4Vital Sign Anak per Usia✅ Live
5Dosis per kgBB🔲 Pending
6Demam — Kapan Berbahaya🔲 Pending
7Kejang Demam✅ Live
8Sesak Anak (Croup/Bronkiolitis/Asma/Epiglotitis)✅ Live
9Syok pada Anak🔲 Pending
10Dehidrasi — Pembunuh Diam🔲 Pending
11Anak Tidak Sadar — GDS Dulu🔲 Pending
12Abdomen Anak🔲 Pending
13Anafilaksis Anak🔲 Pending
14Neonatus di IGD🔲 Pending
15Child Abuse — Luka Tersembunyi🔲 Pending
16Henti Jantung Anak — PALS🔲 Pending
17Airway Anak🔲 Pending
18–25Boleh Pulang · PICU · Rujukan · Komunikasi💬 Non-klinis
📖

Status per Chapter — Trauma

3 live · 20 pending/non-klinis

#JudulStatus
1xABCDE — ATLS 11✅ Live
2Compensated Shock — Tampak Baik✅ Live
3Respons terhadap Cairan🔲 Pending
4Damage Control Surgery🔲 Pending
5Cedera Tersembunyi — Red Flags✅ Live
6Trauma Thorax — 6 Life Threats🔲 Pending
7GCS Turun — TBI🔲 Pending
8Trauma Abdomen — Hidden Bleeding🔲 Pending
9Trauma Pelvis🔲 Pending
10Compartment Syndrome — 5P🔲 Pending
11Luka Bakar — Parkland Formula🔲 Pending
12Trauma Kepala🔲 Pending
13Trauma Tulang Belakang🔲 Pending
14Trauma pada Ibu Hamil🔲 Pending
15Trauma Lansia🔲 Pending
16Mekanisme Berat🔲 Pending
17Damage Control Resuscitation🔲 Pending
18Stabilisasi + Rujukan Trauma🔲 Pending
19–23Komunikasi · Triase Massal · Burnout💬 Non-klinis